FIND US

EMAIL : brilliantredangels@gmail.com
FB : brilliantredangels
IG : redangelskampinginggris
PATH : brilliantredangels
YOUTUBE : RED ANGELS
WA : 081 2324 77 6 88
LINE : redangelskeren


Selasa, 28 November 2017

BAB 63 IJAZAH DAN SERTIFIKAT?

Belum lama, dunia pendidikan In­do­ne­sia digegerkan oleh pemberitaan ijazah pal­su yang beredar di beberapa kota yang dilakukan oleh perguruan ting­gi tertentu. Ba­nyak pihak yang terkejut dan merasa me­nyayangkan kejadian ter­sebut. Hal ini karena para pemegang ija­zah palsu tak menjalankan pro­ses per­ku­lia­han as usual.

Mereka dianggap telah me­­la­kukan “Jalan pintas” sehingga, diang­gap tak memiliki keahlian sesuai dengan ija­zah palsunya. Dan yang patut lebih di­sa­yangkan, PT yang menge­luarkan ijazah palsu telah mencoreng wa­jah pendidikan In­donesia. Lantas, ka­lau­ sudah menjalani pro­ses perkuliahan se­bagaimana bia­sa­nya dan mendapatkan ija­zah(asli) dari PTN atau PTS yang ter­akreditasi, per­ta­nyaan ber­ikut­nya, apakah ini sudah cukup me­wakili bahwa para lulus­an sudah (diang­gap) jaminan memi­liki keahlian dan kemam­pu­an tertentu? Sayang, ja­wa­bannya ada­lah belum.

Ijazah Belum Jaminan!

Bukti seseorang sudah menuntaskan pendidikannya adalah ija­zah. Adanya ke­pemilikan ijazah ini biasanya juga diikuti pengakuan bahwa seseorang sudah memiliki keahlian dan kemampuan yang cukup di bidangnya, terutama kepemili­kan ijazah dari suatu PT.

Lalu, mengapa se­rtifikat tertentu bahkan kadang kala diwajibkan untuk dimiliki jika ingin melamar sebuah pekerjaan pada suatu perusahaan?

Sertifikat adalah selembaran yang dikeluarkan lembaga non-formal tertentu yang biasanya untuk mempero­leh­nya dengan mengikuti tes tertentu da­lam waktu sehari atau beberapa hari. Apakah ijazah yang sudah diperjuangkan hing­ga bertahun-tahun yang tak jarang di­iringi uraian air mata, penderitaan dan ke­sedihan serta kepedihan tak jua mampu men­jadi garansi bahwa sang pemilik ija­zah dianggap mempunyai kompetensi dan kecakapan di bi­dangnya sesuai de­ngan jurusan/program studi yang diam­bil sel­ama perkuliahan?

Dalam mendapatkan ijazah dari se­buah PT butuh pengor­banan dan per­jua­ngan yang tak tanggung-tanggung. Para ma­­­ha­siswa harus belajar hebat untuk  meng­habiskan wak­tu yang panjang, menguras tenaga serta menge­luarkan biaya pendidikan yang tak sedikit. Tak ber­lebihan, tak se­dikit para calon sarjana harus menga­lami stress dan depresi demi mendapatkan se­carik-dua carik lem­bar­an itu. Na­mun, se­telah semuanya berlalu dan pada akhir­nya mendapatkan ija­zah, segala perjua­ngan dan pengorbanan yang dilakukan ter­­­nyata tak lantas membuat mereka ha­rus berpuas diri.

Mereka di minta lagi untuk  m­e­­lengkapi lembaran yang dibubuhi tanda ta­ngan rektor atau ketua program itu dengan sejumlah sertifikat agar di­ang­­gap ber­kom­peten dan layak men­da­­patkan pe­kerjaan di suatu perusahaan. Ironis! Yang menentukan apakah seo­rang sarjana berkompeten atau tidak ada­lah ser­ti­fikat.

Ijazah malah dianggap se­ba­gai pe­lengkap sertifikat, bukan se­ba­lik­nya, sertifikat sebagai pelengkap ija­zah.

Seorang alumni dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jer­man harus punya sertifikat bahasa Jerman yang di keluarkan oleh lembaga yang punya kapasitas meng­eluarkan ser­tifikat bahasa Jerman. Kalau itu ada,  barulah layak diang­­gap berkompeten dalam berbahasa Jer­man. Bila tak punya sertifikat ini meski sudah punya ijazah sarjana dan Akta IV, jangan harap sebuah peru­sa­haan/sekolah tertentu telah meng­akui kemampuannya dalam mengajarkan bahasa Jerman.

Seringkali terjadi perla­ku­an yang tak fair kepada alumni yang cuma pegang ijazah dengan yang punya ijazah beserta ser­tifikat. Yang Cuma pe­gang ijazah tanpa sertifikat dianggap ku­rang berkompeten.

Yang paling menye­sak­kan, yang tak punya ser­ti­fikat sering­kali tak diberi kesempatan un­tuk meng­ikuti sejumlah tes perekrutan/se­leksi yang diadakan perusaha­an/se­kolah tersebut. Mau tak mau dan suka tak suka, alum­ni program studi ini harus merogoh ko­ceknya sedikit lebih dalam untuk mem­peroleh sertifikat dari lembaga tertentu  yang biayanya tak sedikit. Sertifikat inilah nantinya digunakan sebagai per­syaratan penentu untuk melamar pe­ker­jaan.

Tak hanya lulusan Pendidikan bahasa Jer­man ini yang meng­alami kondisi dia­tas, lulusan dari jurusan/program studi lain barangkali mengalami hal serupa. Seorang sarjana kedok­teran harus memiliki sertifikat profesi tambahan sehingga dianggap berkompeten dalam menjalankan profesinya. Se­orang sarja­na Teknik Mesin harus memiliki sertifi­kat yang berhubungan dengan bidangnya agar dia layak dianggap mekanik yang andal. Seorang sarjana Hukum harus memiliki sertifikat hukum untuk diang­gap orang yang mengerti hukum dan pe­ra­dilan dan seterusnya.

Singkatnya, ser­tifikat telah menjadi instrumen penentu seor­ang lulusan sarjana ber­kom­peten atau tidak.

Dimana sebenarnya letak ketidak­sin­kro­nan itu? Apakah ke­adaan ini adalah ke­salahan para lulusan? Tak bolehkah PT disalahkan?

PT-lah yang bertanggung jawab pe­nuh terhadap kualitas, kompetensi dan ke­mampuan mahasiswanya. Lo­gikanya, jika sebuah PT “berani” me­ngadakan aca­ra wisuda dalam rangka penyerahan ija­zah kepada para alum­ninya, itu berarti dia sedang dengan terang-terangan menya­takan kepada masya­ra­kat umum (ter­masuk perusa­haan) bahwa para alumninya sudah memiliki kecakapan tertentu baik dalam ilmu pengetahuan, teknologi maupun karakter/mental.

Namun jika pada kenyataan ma­syarakat merasa bahwa perlu punya sertifikat tertentu untuk melengkapi ijazahnya, timbul­lah pertanyaan: Yang menjadi bukti sebenarnya seseorang berkom­peten­si; Ijazah ataukah sertifikat?

Setiap PT seharusnya menunjuk­kan marwahnya secara te­pat sasaran. Mereka harus memberikan kependi­dikan tinggi yang benar sebagai kelanjutan dari pendidikan dasar dan me­nengah yang sudah dikecap para mahasiswa sebelumnya. Dan seha­rus­nya hal inilah yang membedakan antara pendi­dikan tinggi dengan pendidikan menengah dan dasar. Di kampuslah akan diperoleh ilmu pe­ngetahuan yang lebih dalam dan spe­sifik yang tidak ada di pendidikan da­sar dan menengah. Jika kenya­taannya tidak memiliki perbedaan yang signifikan juga, terus apa gu­nanya perjuangan dan pengor­banan seperti yang disebutkan di awal tuli­san ini?

Seyogianya, PT mesti lebih fokus kepada pembelajaran se­­ca­ra praktik (practical learning)daripada pembe­lajaran teo­ritik (theoretic learning). Di lapangan, keadaan ini malah ter­balik. Berdasarkan pengamatan, kebanyakan PT di Indonesia lebih berorientasi kepada pembelajaran teo­retis daripada praktik. Disinilah letak kelemahan lembaga pendidikan tinggi kita, sehingga para lulusannya kurang siap dan percaya diri untuk berkarya di dunia kerja.

Tidak seperti di negara-negara Eropa, misalnya di Jerman, hampir seluruh PT lebih me­nge­depankan praktek di lapangan da­ripada sekadar teori.

Hal ini di­kare­nakan praktik di lapangan secara oto­matis dapat mela­hirkan teori ; di lain sisi, teori ter­kadang tidak sejalan bah­kan sering berseberangan dengan praktik di lapangan.

Tidak mengherankan, setelah lu­lus dan bekerja di suatu perusahaan, lulusannya merasa melakukan peker­jaan yang tidak jauh berbeda dengan saat mereka melakukannya semasa kuliah. Ini sungguh berbeda nan kon­tras dengan lulusan di Indonesia yang tampak gamang dan seolah-olah merasa tak pernah melaku­kannya sebelumnya ketika sudah be­kerja di suatu perusahaan. Mereka seo­lah-olah harus “belajar dari nol”.

Kembalikan Peran Utama Ijazah

Tulisan ini tidak sedang mengata­kan bahwa sertifikat tidak perlu - apa­lagi melarang para alumni lebih meningkatkan kua­li­tasnya dengan cara mengambil sejumlah sertifikat sesuai bidangnya, tetapi sedang me­ng­ingatkan: jangan sampai serti­fikat justru mengantikan peran ijazah da­lam memberikan ga­ransi dan bukti bahwa para lulusan memiliki kecaka­pan dan keahlian.

Jangan sampai terjadi bahwa sertifikat tanpa ijazah this’s no problem, sebaliknya ijazah tanpa sertifikat that’s disas­ter.

Tulisan ini juga sekadar membe­rikan masukan kecil kepada setiap PT untuk serius dan secara benar me­ngelola proses pendidikan yang men­jadi tugas dan tanggung jawabnya, sehingga Ijazah (asli) yang hanya bo­leh dikeluarkan PT yang sah, dapat di­andalkan untuk membuktikan “taring”-nya; tidak sekadar selembaran kertas tanpa kualitas. PT memiliki tanggung jawab yang maha besar dan menjadi penentu dan ujung tombak utama demi kemajuan negara agar tidak kalah bersaing dengan negara-negara lainnya.

Jika PT tak segera mengambil tindakan konkret dalam memper­siapkan lulu­san siap pakai, maka tenaga kerja (lu­lusan) kita akan tersingkir oleh kedatangan tenaga kerja asing. Jika PT tak secepatnya membenahi diri da­lam sistem pendidikan yang lebih baik, maka disana hanya ada satu pi­lihan terakhir nan tersisa; “berpasrah diri” menjadi “babuh” di negeri sendiri. ***

Kamis, 16 November 2017

BAB 85 DI JAMIN KERJA ATAU DI BANTU LOLOS TES?

DI JAMIN KERJA ATAU DI BANTU LOLOS TES?

Banyak sekali para FA Wannabe yang sibuk mencari berbagai informasi tentang sekolah pramugari yang ada di Indonesia ini. Mereka yang cerdas adalah mereka yang akan melakukan tanya jawab, survey dan mempelajari tentang detail konsep pendidikan yang di terapkan termasuk,  bagaimana kurikulumnya, tenaga pengajarnya,  berapa lama durasinya serta berapa besar biayanya. Dan lagi-lagi yang akan selalu di tanyakan adalah ADAKAH PENYALURAN KERJA ATAU JAMINAN KERJANYA?

Melalui artikel ini, kita akan bedah lebih dalam lagi supaya tidak ada lagi informasi yang salah yang dapat merugikan banyak orang karena akibat ulah oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.

DI JAMIN KERJA!

Seperti artikel sebelumnya nya (baca blog maujadipramugari.blogspot.com) tentang PROFESI BERSERTIFIKASI. Di sebutkan bahwa Pramugari itu adalah profesi yang bersertifikasi. Sertifikasi ini akan kita peroleh melalui tahapan yang panjang yaitu :

1.Lolos tes dan seleksi awal
A. Performance
B. Interview
C. Psikotes
D. English
E. Medical

2.Mengikuti training 3 bulan dan lolos segala ujian teori yang di berikan oleh Maskapai penerbangan dari berbagai mata pelajaran.

3. Lolos ujian teori yang di berikan oleh departemen perhubungan.

4. Lolos ujian praktek yang di berikan oleh Maskapai penerbangan

5. Lolos ujian praktek yang di berikan oleh departemen perhubungan.

Setelah 5 tahapan di atas di nyatakan LULUS semua, maka barulah kita mendapatkan SERTIFIKAT PRAMUGARI atau di sebut FAC (Flight Attendant Certificate)

Nah, Nah, Nah.....
Mungkinkan tahapan tes yang panjang itu bisa di berikan JAMINAN KERJA, apalagi ini  berhubungan dengan sertifikasi yang di keluarkan oleh NEGARA?

Kalau kita kategori pribadi yang lemah otak, tipis mental,  jiwa pemalas, skill kosong,  dan tidak mau berjuang, lalu mungkinkan kita bisa lolos tes semua tahapan di atas?

Apakah karena merasa di JAMIN KERJA, kita pasti bisa lolos semua tes di atas? TIDAK MUNGKIN BISA DI JAMIN. Kalau kita tidak mampu, ya kita akan di anggap tidak mampu. Kita akan di pulangkan dan di anggap gagal. Kalau sampai sekarang ada seseorang yang masih berikrar bisa memberikan JAMINAN KERJA/PENYALURAN KERJA untuk profesi Pramugari, pastilah yang berbicara itu bukan PRAMUGARI/RA. Mereka pastilah oknum yang hanya ingin mencari untung dengan cara memberikan informasi yang tidak tepat.

Lalu, kenapa kok mereka berani memberikan janji JAMINAN KERJA kak?

Adik-adik, sebenarnya yang mereka bisa lakukan itu adalah bukan memberikan jaminan kerja tapi BISA MEMBANTU LOLOS TES PRAMUGARI.

DI BANTU LOLOS TES!

Pernah mendengar istilah link dan relasi? Banyak yang berpendapat bahwa apabila kita cukup memiliki link dan relasi maka kita bisa punya kesempatan besar untuk lolos tes Pramugari. Contoh, Si Angels gagal di tes Berat badan karena over weight 1 kg. Nah, karena keluarganya, saudaranya, temannya ada yang bekerja di perusahaan tersebut maka, angel di bantu untuk bisa lolos tes walaupun secara kriteria masih di anggap belum lolos.

Nah, kategori DI BANTU LOLOS TES inilah yang sejauh ini bisa di lakukan oleh mereka yang memiliki link dan relasi, terlepas apakah harus memberikan imbalan berupa sejumlah dana atau hal lainnya, itu adalah tergantung permainan masing masing.

Jadi kesimpulannya adalah yang di maksud memberikan JAMINAN KERJA itu adalah BUKAN menjamin untuk bisa menjadi pramugari sampai mendapat FAC tapi hanya memberikan BANTUAN BISA LOLOS TES PRAMUGARI saja. Setelah sudah lolos tes, kita akan belajar lagi dan menghadapi segala macam ujian dengan sendirinya,  tidak ada bantuan atau jaminan dari pihak manapun. Kalau ternyata otak, mental dan kemampuan kita di anggap tidak mampu ya kita akan gagal.

Lalu bagaimana dengan uang yang di bayarkan untuk membantu lolos tes Pramugari tadi apabila kita gagal saat training di maskapai?

Silahkan di tanyakan kembali, apakah dananya bisa kembali atau hangus. Dan banyak kejadian, apabila sudah gagal ya terpaksa hangus, karena itu tanggung jawab dan resiko sendiri.  Tangung jawab mereka adalah hanya sebatas  membantu lolos tes Pramugari saja. Selebihnya adalah harus belajar dan berjuang sendiri.

Pramugari itu adalah profesi yang bersertifikasi dan hanya bisa di dapat kalau kita cukup punya pengetahuan, kemampuan dan kemauan untuk mau belajar dan berjuang. TIDAK di dapatkan dengan cara-cara mengharap JAMINAN.

Rabu, 15 November 2017

BAB 07 KOK BISA CEPAT KERJA?


"Coach, kakak kelas aku masuk sekolah pramugari dengan masa pendidikan 4-12 bulan tapi baru 1 bulan sekolah sudah langsung di terima kerja coach.  Itu gimana ya ceritanya?"

Baik. Begini ceritanya...!
Kita di terima kerja itu karena kita lolos tes dan seleksi. Kita bisa ikut tes dan seleksi itu karena pihak maskapai penerbangan membuka lowongan Pramugari. Nah, setiap maskapai Penerbangan itu tidak selalu terus-terusan membuka lowongan. Bisa 1 bulan sekali, bisa 3 bulan sekali, bisa 6 bulan sekali bahkan bisa 1 tahun sekali.

Faktor apa yang menyebabkan pihak maskapai membuka lowongan kerja? di dunia

1. Karena datangnya pesawat baru yang di gunakan untuk membuka rute baru atau menambah jumlah rute yang sudah ada.

2. Karena adanya para pramugari senior yang mengundurkan diri,  karena pindah ke maskapai lain, ada yang menikah, hamil dll.

Nah, kembali ke awal. Jadi, kita bisa kerja itu kalau kita lolos tes dan seleksi ketika mengikuti perekrutan yang ada. Kalau tidak ada perekrutan ya tidak mungkin kita bisa ikut tes dan seleksi.

Nah sekarang, kenapa baru sekolah Pramugari, baru 1 bulanan kok sudah bisa di terima bekerja?
Ralat: Bukan di terima bekerja tapi sudah bisa lolos tes dan seleksi.

Penyebabnya adalah sebagai berikut :

1. Karena pada saat itu memang sedang ada perekrutan atau lowongan kerja yang di buka oleh pihak maskapai sehingga, walaupun baru sekolah satu bulan, kita sudah di ikutkan untuk ikut tes Pramugari nya, karena bisa jadi perekrutan berikutnya belum tentu ada dalam waktu dekat, jadi lebih baik di ikutkan saja, biar sekalian jadi ajang pembelajaran dan pengalaman ikut tes. 

2. Siapapun yang di nyatakan lolos tes pramugari adalah kita yang sudah cukup punya pembekalan dalam hal performance, personality dan skill bahasa Inggris.  Walaupun  sekolah Pramugari baru satu Minggu atau satu  bulan tapi kalau kita sudah punya cukup bakat sedari awal dalam hal  penampilan seperti, TB/BB ideal, wajah menarik, kepribadian sudah menyenangkan, bahasa Inggris sudah bagus, Yah kemungkinan besar akan berpeluang bisa lolos tanpa harus belajar berlama lama.

Sekarang yang harus kita evaluasi adalah apakah bakat berdandan, penampilan dan  kepribadian yang menarik serta skill bahasa Inggris yang  kita miliki ini, kita dapatkan dari sekolah selama satu bulan itu atau memang sebelum sekolah kita sudah pernah punya ilmunya, sudah pernah kursus bahasa Inggris sebelumnya.

Kalau si murid yang baru satu bulan tadi sudah cukup punya kemampuan  sebelumnya dalam hal di atas, yaa pihak sekolah pramugari tidak akan terlalu sulit memberikan ilmu dan pembekalan nya. Hanya di ajarkan sebentar saja, mungkin akan langsung bisa dan siap ikut tes dan seleksi di maskapai dan bisa langsung lolos tes Pramugari.

TAPI kalau dari awal kita adalah kategori pribadi yang tidak punya basic ilmu apa-apa dalam hal Performance, personality dan skill bahasa Inggris, maka akan sangat kecil peluangnya untuk bisa lolos tes dan seleksi di maskapai dalam waktu singkat, Bahkan walaupun sekolah Pramugari berlama- lama tapi kalau bahasa Inggrisnya masih lemah, penampilannya masih belum menarik, pribadinya masih  belum menyenangkan, yaa tetap akan  sulit bisa lolos tes dan seleksi di maskapai WALAUPUN sudah sekolah pramugari dengan biaya mahal.

Jadi, kesimpulannya adalah lolos tes Pramugari itu di tentukan oleh  potensi diri kita masing-masing  Bukan karena sosok orang lain. Kemampuan yang kita miliki belum tentu sama dengan mereka yang sudah berhasil lolos tes pramugari. Kenapa kok tidak sama? Karena nilai perjuangan orang beda beda. Ada yang semangat belajarnya tinggi,  ada yang setengah hati, ada yang moody, bahkan Ada yang kehilangan ambisi karena pikirannya sendiri sudah diganduli oleh sang pujaan hati. Inilah yang nanti akan membedakan apakah kita pantas lolos tes pramugari atau tidak, yaitu di lihat dari sehebat apa perjuangan kita nanti. 

BAB 92 APA TAHAPAN MENJADI PRAMUGARI?

APA SAJA TAHAPAN UNTUK BISA MENJADI PRAMUGARI?

Banyak dari kita yang masih belum memahami tentang tahapan-tahapan apa saja untuk bisa menjadi Pramugari. Yuk kita bahas!.

Untuk bisa menjadi Pramugari kita harus melewati 3 Tahapan yaitu:

1. TES&SELEKSI

Ini adalah tahapan tes dan seleksi awal yang meliputi tes Performance, Interview, Psikotes, Bahasa Inggris, Kesehatan.

2. GROUND TRAINING

Ini adalah tahapan di mana setelah kita sudah di nyatakan lulus tes dan seleksi awal, kita akan di sekolahkan lagi oleh pihak Maskapai penerbangan selama 3 bulanan untuk mempelajari semua ilmu kepramugarian.

3. TES&UJIAN AKHIR

Setelah kita sudah mempelajari berbagai ilmu kepramugarian tersebut, akan ada tes tertulis dan praktek yang akan di ujikan.
Apabila tes ini berhasil lulus, barulah kita akan memperoleh FAC yaitu Flight Attendant Certificate dan kita sudah bisa menyandang predikat Pramugari dan siap terbang.

Rabu, 08 November 2017

POTONGAN BIAYA!

PENDAFTARAN BATCH JULY 2018!

TANYA: Kak, kapan pendaftaran tahun 2018 di buka?

KAKAK: Setiap tahunnya kita buka kelas sebanyak 3 kali de. Bulan Maret, July dan November.

TANYA: Kalau saat ini saya masih kelas 12, kira2 saya ikut pelatihan di bulan apa kak? Dan kapan saya bisa mulai mendaftar? Dan apa persyaratan untuk mendaftarnya kak?

JAWAB: Kamu bisa ikut pelatihan di bulan July de. Dan kamu bisa mendaftar sedari sekarang. Persyaratannya tinggi minimal 160cm dan mengirimkan foto studio untuk tahap seleksi di BRA. Kalau lolos seleksi foto, barulah bisa mendaftar di BRA.

TANYA: Kalau saya mendaftarnya setelah lulus sekolah nanti gimana kak, apakah masih bisa?

JAWAB: Masih bisa de, asalkan KUOTA masih tersedia. Jumlah murid setiap angkatan sangatlah terbatas. Lagi pula kalau mendaftar setelah lulus sekolah, biaya pelatihan di tahun 2018 akan berubah bertambah mahal. Jadi, kita menyarankan untuk melakukan pendaftaran di tahun 2017 ini, dengan batas akhir pendaftaran tanggal 25 Desember 2017.

TANYA: Tapi kalau daftar sekarang, saya belum ada biaya kak. Bolehkan biayanya bisa di angsur?

JAWAB:  Untuk saat ini, kita hanya butuh foto studiomu terlebih dahulu untuk kita seleksi. Setelah kita nyatakan lolos seleksi foto, barulah bisa melakukan registrasi dengan biaya RP. 750.000.

Nah, Apabila ingin mendapatkan POTONGAN BIAYA 1 juta, silahkan lakukan registrasi sebelum tanggal 25 Desember 2017. Selain mendapatkan potongan biaya 1 juta, kamu juga akan lebih hemat biaya lagi karena biaya pelatihan akan tetap dan tidak bertambah mahal.

Selain itu, biaya pelatihan sebesar Rp.9 jutaan itu, bisa mulai di angsur dari bulan Desember 2017 sampai September 2018. Ada rentang waktu 7-8 bulan untuk melakukan angsuran sehingga, biaya akan lebih meringankan. Besarnya nominal angsuran atau berapa kali ingin melakukan angsuran adalah di sesuaikan dengan kemampuan biaya masing-masing.

TANYA: wah keren banget kak. Biaya sudah murah plus dapat potongan 1 juta, plus bisa di angsur sampai 8 bulan. Sumpah keren banget kak. Saya mau buru2 foto deh kak kalau begitu. Eh, persyaratan fotonya harus bagaimana kak?

KAKAK: Baik de. Silahkan foto studio dengan background putih, office look, rambut di urai, pakai high heels, expresi senyum dan berpose (lihat contoh)

TANYA: Baik kak. Siap laksanakan. Mkcih kak, semoga saya bisa lolos seleksi foto di Brilliant Red Angels. Doakan saya.....

AYO KIRIM FOTO SEGERA!
WA 081232477688