FIND US

EMAIL : brilliantredangels@gmail.com
FB : brilliantredangels
IG : redangelskampinginggris
PATH : brilliantredangels
YOUTUBE : RED ANGELS
WA : 081 2324 77 6 88
LINE : redangelskeren


Minggu, 06 Agustus 2017

BAB 93 ASRAMANYA BAGAIMANA?


Mawar: "Coach, Seperti apa sih konsep fasilitas asrama yang di berikan saat pelatihan di Red Angels?"

Coach : "Konsep asrama di RA adalah tidak jauh berbeda dengan konsep kos-kosan pada umumnya de yaitu, rumah yang memiliki  beberapa kamar tidur besar dengan kamar mandi di dalam, dimana setiap kamar bisa di isi 3-4 orang"

MAWAR: "Apakah tidak terlalu keramaian Coach , apabila 1 kamar harus di isi 3-4 orang? Bisakah saya request kamar yang bisa di isi maximal 2 orang saja supaya terasa lebih nyaman.

Coach : "Tujuan dan niat kita belajar di RA adalah untuk berjuang MEMANTASKAN DIRI menjadi pribadi yang profesional de dan dimanapun yang namanya berjuang itu tidak ada istilah NYAMAN. Kalau hanya mencari nyamannya saja, pastilah ini sudah salah jurusan. Jadi lebih baik tinggal saja di rumah sendiri supaya merasa nyaman setiap hari"

MAWAR: "Maksud saya begini coach , kalau kita nyaman kan, kita bisa fokus belajarnya. Kalau di kamar terlalu banyak orang kan bisa rawan konflik, bisa berantem dan nanti kalau ujung-ujungnya gak betah gimana?

Coach : "Memang itu tujuannya de!

MAWAR : "loh kok begitu coach? Maksudnya bagaimana?"

Coach : "De, semakin banyak konflik, semakin banyak yang berantem, semakin diri kita merasa gak nyaman dan semakin merasa gak betah, inilah sejatinya pembelajaran hidup.

MAWAR: "Loh Coach, kita jauh-jauh dari rumah mau ke RA itu kan untuk belajar kak, bukan untuk mencari masalah, konflik atau bahkan berantem. Saya masih kurang paham Coach!"

Coach : "De, masalah memang bukan untuk di cari-cari tapi apabila masalah datang dengan sendirinya, kita harus cerdas menyikapinya. Yah memang  tujuan ke RA adalah untuk belajar TAPI kamu tahu gak bahwa sebenarnya apa yang paling penting yang harus kamu pelajari?"

MAWAR: "Ya belajar ilmu pramugari dan bahasa Inggris lah Coach. Itu kan yang paling penting kalau mau jadi Pramugari"

Coach : "Bukan de. yang paling penting yang harus kamu pelajari itu adalah ilmu kepribadian. Karena ilmu kepribadian inilah yang akan menjadi PONDASI UTAMA apakah kamu siap berjuang, siap menerima segala keadaan yang tidak nyaman, siap menghadapi masalah, siap di marahi dan di maki orang, siap di salah-salahkan dan siap sedia bahwa hati dan perasaan ini akan selalu di permainkan.

MAWAR: "Terus apa hubungannya ilmu kepribadian dengan urusan berantem, konflik dan rasa tidak nyaman yang kemungkinan besar akan terjadi di asrama Coach?"

Coach : "De, untuk bisa menjadi pramugari itu haruslah bisa menjadi pribadi yang menyenangkan,membahagiakan dan memuaskan banyak orang. Berusaha untuk selalu senyum, bersikap ramah, peduli dan harus bisa bergaul dan beradaptasi dengan SIAPAPUN dan  dengan SITUASI apapun.

Pramugari adalah profesi yang berhubungan dengan keselamatan. Ini hubungannya dengan NYAWA Jadi,  begitu besar mental dan keberanian yang harus kita miliki. Kita akan di latih hebat untuk mampu mengatasi keadaan darurat dengan cara MAMPU SALING BEKERJASAMA. Kerjasama ini bisa terwujud kalau kita sama-sama saling memahami, saling peduli, saling membantu, menolong, saling tenggang rasa, saling menghargai dan mampu bersikap profesional yaitu mampu memainkan perannya  sesuai dengan tuntutannya, TIDAK  memikirkan EGO diri sendiri. Inilah sejatinya ilmu kepribadian.

Nah, kalau kita masih sering berantem, mudah marah, gampang mengeluh, gak bisa akur dengan yang lain, selalu merasa paling benar sendiri, tidak bisa beradaptasi, tidak mau mengerti kekurangan orang, tidak di sukai teman sendiri, selalu menuntut yang nyaman-nyaman , yang selalu enak-enakan, kalau diri kita begitu, lalu bagaimana kita bisa menerapkan apa arti dari TEAM WORK????

Bagaimana kita bisa sama-sama melayani dengan indah?
Bagaimana kita bisa menyelamatkan penumpang kita dalam keadaan darurat kalau dengan teman sendiri saja, kita tidak bisa saling mengerti,  maunya, mau kita sendiri. Habis kita!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar