FIND US

EMAIL : brilliantredangels@gmail.com
FB : brilliantredangels
IG : redangelskampinginggris
PATH : brilliantredangels
YOUTUBE : RED ANGELS
WA : 081 2324 77 6 88
LINE : redangelskeren


Jumat, 16 Februari 2018

KAMPUNG TUMO

KAMPUNG TUMO

Apa yang kamu pikirkan ketika pertama kali mendengar KAMPUNG TUMO? Kampung apakah ini? Apa itu TUMO?

Ketika mendengar kampung tumo untuk pertama kali, pastilah sedikit aneh, kenapa? Karena Tumo dalam bahasa Jawa berarti kutu rambut. Jadi bisa saja kalian berasumsi  bahwa kampung tumo adalah kampung yang banyak kutu rambutnya.

Tapi bukan itu yang di maksud. Kampung Tumo adalah sebuah desa kecil yang terdapat di kecamatan Kedewan kabupaten Bojonegoro. Ini adalah sebuah kampung yang di penuhi dengan area persawahan yang luas. Hampir sebagian besar penduduk nya adalah petani.

Adalah Kang Priyo, seorang pramugara senior dan juga trainer, yang lahir dari kampung tumo ini,  memiliki mimpi untuk merubah tanah kelahirannya tidak semata hanya sekedar desa pertanian tapi juga menjadi desa yang maju, cerdas dan modern.

Kang Priyo lelaki, sudah mendirikan sebuah training center yang siap mencetak para generasi muda menjadi pribadi-pribadi yang siap kerja. Training center ini memiliki berbagai jenis pendidikan dan pelatihan seperti pelatihan kecantikan, pelatihan kepribadian, pelatihan bahasa Inggris, pelatihan pramugari, pelatihan perhotelan, pelatihan komputer, pelatihan bela diri, kursus musik, foto/videografi dan  berbagai jenis pelatihan lainnya.

Tidak hanya training center, di bawah perusahaan RED ANGELS GROUP, kang priyo dan  para founder lainnya juga akan  mendirikan camping ground, outbound, foto spot Selfi, cafe dan musik. Ini semua akan membuat kampung tumo menjadi salah satu  kampung pintar yang ada di Indonesia.

Kenapa kok training center adanya di sebuah kampung? Bukankah seharusnya training center itu adanya di kota besar?

Yah, memang banyak sekali sekolah, universitas, lembaga pendidikan dan berbagai training center lainnya yang berada di kota besar tapi, sudahkah kita mencermati bahwa kebanyakan para murid, mahasiswa dan peserta training itu adalah berasal dari desa?

Banyak para pemuda desa yang berbondong bondong pergi ke kota demi mendapatkan ilmu, pendidikan dan pelatihan yang modern. Kita masih beranggapan  bahwa desa identik dengan ketertinggalan. Kita lebih memilih  siap pergi ke kota demi sebuah pendidikan dan pelatihan walau harus di bayar dengan biaya besar. Kenapa biayanya besar? Karena tingkat kebutuhan primer dan sekunder di kota besar sangatlah mahal. Alhasil, kita harus mengeluarkan banyak biaya hingga  terkadang orang tua harus siap bekerja keras, menjual harta benda dan berhutang demi biaya hidup di kota.

Inilah salah satu alasan kenapa  harus mendirikan training center di desa yaitu agar segala macam biaya bisa kita minimalkan dan  di sederhanakan. Lokasi pelatihan boleh di desa tapi pelatihannya tetap modern dan profesional dan pastinya  tanpa biaya mahal.

Inilah awal mula konsep dasar  "DESA RASA KOTA!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar