Kita harus heran dan banyak bertanya tentang berbagai promosi dari sekolah pramugari yang saling berlomba - lomba memperkenalkan para alumni dari lembaga mereka yang sukses menjadi Pramugari.
Dari bahasa promosi yang di sampaikan, seolah terkesan bahwa apabila masuk dan mendaftar di sekolah pramugari di lembaga mereka maka, akan punya kesempatan besar untuk mengikuti jejak para alumni yang sudah sukses menjadi Pramugari tersebut bahkan ada tagline tentang PENYALURAN KERJA ATAU JAMINAN KERJA!
Yang mereka pajang dan dijadikan bahan promosi adalah yang sudah lolos menjadi pramugari, padahal alumni yang belum menjadi pramugari pun sangat banyak dan jauh lebih banyak yang gagal daripada yang sukses. Jadi, kalau kita mau menganalisa lebih cerdas, ALUMNI bukanlah tolak ukur yg bisa di jadikan pertimbangan untuk memutuskan mendaftar atau tidak.
Jadi, sebenarnya berhasil atau tidaknya kita menjadi Pramugari itu adalah BUKAN karena lembaga tersebut memiliki alumni yang sudah banyak menjadi pramugari yang di promosikan sana sini tapi karena beberapa pertimbangan berikut ini :
1. PENAMPILAN
Kita bisa lolos tes Pramugari itu karena kita memiliki kategori penampilan yang menarik di mata Interviewer. Penampilan yang menarik itu bisa kita miliki dari awal atau terjadi karena kita memiliki kemampuan untuk menghias diri dengan belajar tata rias wajah,rambut,busana dll. Jadi, sekarang coba sandingkan antara penampilan alumni itu dengan diri kalian. Apakah pasti sama? Belum tentu!
2. KEPRIBADIAN
Kita bisa lolos tes Pramugari itu karena kita memiliki kepribadian yang MENYENANGKAN. Apa kategori menyenangkan ini? Ramah, murah senyum, sopan santun, ceria, tidak kaku, tidak grogian, tidak minderan, mudah bergaul, mudah beradaptasi, berbicara lancar dengan bahasa yang baik, punya semangat besar, tidak mudah menyerah, bermotivasi tinggi dll. Semua hal di atas adalah bagian dari profesionalisme diri. Itu semua bisa terlihat saat Interview. Kalau Interview kita masih grogi, gemetaran, gak bisa jawab, kaku dll, lalu darimana sisi menyenangkan nya akan terlihat?
Sekarang, mungkin kah kita sudah memiliki kepribadian seperti di atas ini? Belum tentu!
3. SKILL BAHASA INGGRIS
Bagi yang sejak SD,SMP,SMA aktive belajar bahasa Inggris dengan rutin, mungkin tidak akan mengalami kesulitan dalam hal menghadapi tes bahasa Inggris baik secara tertulis atau berbicara TAPI, bagi kita yang dulunya tidak pernah belajar bahasa Inggris atau belajar hanya sekedarnya, sudah di pastikan bahwa kita akan mengalami kesulitan dan kesusahan dalam menguasai bahasa Inggris ini. Harus extra keras dalam belajar. Kalau sudah begini, apakah alumni tetap akan menjadi tolak ukur? Belum tentu!
4. POTENSI DIRI
Jadi, sejatinya kita belajar, sekolah, kuliah atau training itu adalah semata untuk mempelajari sesuatu. Yang belum bisa menjadi bisa, yang tidak tahu menjadi tahu. Proses mempelajari sesuatu ini tergantung POTENSI DIRI sendiri. Ada yang cerdas, ada yang cepat bisa, ada yang harus berkali kali baru bisa, ada yang kurang mampu dan bahkan ada yang memang tidak mampu. Kenapa kok tidak mampu? Karena yang dipelajari ini bukanlah sesuatu yang selaras dengan potensi diri yang di miliki. Contoh, potensi diri yang ada sebenarnya adalah menjadi penyanyi, tapi kita berkeinginan menjadi pemain bola. Maka akan ada sesuatu yang bertolak belakang dan akan berat di perjuangkan!
Jadi, fokus kita sekarang ini adalah mencoba mencari apa sebenarnya POTENSI DIRI kita ini. Apakah potensi diri yang kita miliki ini sejalan, selaras, sesuai, sejoli, sejodoh dengan cita cita yang kita ingini atau tidak. Kalau jodoh ya syukur, kalau belum jodoh ya harus segera sadar bahwa potensi diri kita ada di profesi lain. Untuk itulah kita perlu proses memantaskan diri dulu, berjuang dulu untuk menggali lebih dalam tentang apa sebenarnya potensi diri yang kita miliki.
Terakhir, salah satu tolak ukur untuk menentukan memilih sebuah lembaga adalah :
1.Pastikan biayanya murah dan terjangkau
2.Pastikan kurikulumnya cerdas dan tepat sasaran.
3. Kenali siapa para Instrukturnya, pastikan mereka adalah para profesional yang punya ilmu dan pengalaman.
Jadi, bukan karena alumni', bukan karena biayanya mahal, bukan karena fasilitasnya mewah dan bukan karena janji-janji memberikan jaminan jaminan palsu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar