TAKUT IKUT SEKOLAH PRAMUGARI TAPI GAK JADI PRAMUGARI!
"Coach, saya itu ingin menjadi pramugari tapi belum punya pembekalan dan persiapan apa-apa. Mau ikut sekolah Pramugari tapi nanti takut gak jadi pramugari, sedangkan orang tua sudah keluar biaya besar coach. Saya rugi uang banyak, saya bisa malu dan mengecewakan orang tua dong coach.
PERTAMA!
Manusia punya rencana tapi Tuhan lah yang menentukan.
Ini adalah prinsip dasar yang harus kita mengerti bahwa apa yang kita inginkan belum tentu kita dapatkan. Apalagi kalau keinginan itu di perbudak dengan kekhawatiran yang melemahkan tindakan. SELESAI!
Inilah yang namanya NASIB. Mau ingin apa dan menjadi apa nasib kita nantinya adalah tergantung bagaimana kita berusaha dan memperjuangkannya. Apabila pikiran kita selalu di penuhi dengan kata " KALAU, JIKA, NANTI GAGAL, RUGI! maka percayalah bahwa saat ini kita sudah gagal!
Jadi, sudahi saja harapan yang galau ini dan ganti dengan harapan lainnya, dimana kita meyakininya dengan yakin bahwa kita yakin bisa meraih harapan itu seyakin yakinnya.
KEDUA!
Untuk memperjuangkan apa yang ingin kita dapatkan, pastilah kita butuh persiapan matang, tidak kok asal berjuang tok. Ibarat mau perang, kita itu butuh pedang, tameng, baju perang dan strategy perang. Kalau semua itu sudah ada, pasti lah kita siap untuk berperang sampai titik darah penghabisan. Tapi, kalau mau perang kita belum punya apa-apa, ini namanya bunuh diri.
Nah untuk bisa lolos tes menjadi pramugari, kita juga harus butuh persiapan agar kita siap menghadapi tes nya. Seperti bagaimana berdandan, berpakaian dan berkepribadian yang menarik. Kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa asing, berilmu dan berwawasan luas. Ini semua yang harus di persiapkan dengan matang. Nah, permasalahannya adalah apakah kita harus sekolah pramugari untuk bisa seperti yang di sebutkan?
Kalau kita merasa sudah punya cukup banyak ilmu dan wawasan seperti tersebut di atas, ya tidak perlu sekolah Pramugari, tidak perlu harus mengeluarkan biaya mahal-mahal. Langsung saja ikut tes di maskapainya. Toh lowongan Pramugari di maskapai itu tidak mensyaratkan harus lulusan dari sekolah Pramugari kok. Setiap lowongan bebas di peruntukkan untuk siapapun yang sesuai kriteria.
Dan info lowongan Pramugari ini akan di Publish di akun media sosialnya pihak Maskapai secara langsung jadi, tidak perlu repot-repot menanyakan ke sekolah pramugari apakah di salurkan atau tidak, ada lowongan atau tidak. Kita sendiri bisa langsung mendapatkan informasi recruitment pramugari melalui Internet.
Jadi kesimpulannya, sekolah Pramugari itu hanya sekolah yang hanya memberikan ilmu dan pembekalan saja, BUKAN menjadikan kita jadi Pramugari. Ini yang harus di pahami. Banyak oknum di luar sana yang memberikan informasi bahwa kalau sudah sekolah pramugari pasti jadi Pramugari. INI YANG TIDAK BENAR!
Informasi seperti inilah yang akhirnya membuat orang tua berani jual sawah, jual sapi, gadai sertifikat dan hutang ke bank demi membiayai sekolah pramugari anaknya yang berpuluh puluh juta. Padahal, belum tentu jadi Pramugari.
Di manapun kita sekolah Pramugari pasti ujung-ujungnya akan mengikuti tes dan seleksi di Maskapai. Kalau kita qualified, kita bisa lolos tes Pramugari, tapi kalau tidak qualifed ya kita akan gagal lagi.
Terkadang kita mudah percaya dengan omongan orang tanpa mencermati kebenarannya terlebih dahulu. Demi memperoleh murid banyak, segala cara di lakukan termasuk menyampaikan informasi yang tidak benar. Alhasil, kita semua yang akan merugi.
Inilah waktunya untuk berpikir cerdas, apakah perlu mengeluarkan biaya puluhan juta untuk sekolah Pramugari? Apakah biaya puluhan juta itu tepat sasaran? Apakah biaya itu akan membuat kita rugi karena tidak sebandingnya antara ilmu dan fasilitas yang di dapatkan?
Rugi atau tidak adalah tergantung apa yang akan di dapatkan dan berapa yang harus di bayarkan. Silahkan di evaluasi dan dipikirkan secara seksama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar