Bicara mengenai sistem kerja bagi Pramugari adalah bicara tentang jadwal terbang yang kita sebut dengan istilah "ROASTER". Roaster ini di buat dan di tentukan oleh flight operation atau tim scheduling dimana Roaster ini akan di buat per dua Minggu sekali atau sekaligus Roaster untuk satu bulan. Melalui Roaster ini, kita sudah bisa mengetahui kemana jadwal terbang kita kedepannya, dengan siap crew yang terbang dan berapa jam lamanya terbang.
Dalam satu hari jadwal terbang, kita bisa memiliki 1-3 kota tujuan, tergantung panjang pendek nya rute. Apabila rutenya pendek, kemungkinan besar kita bisa terbang hingga ke 3 kota tujuan sekaligus tapi kalau rutenya panjang, kemungkinan kita hanya terbang dua kota tujuan saja.
Contoh terbang 3 kota tujuan :
Jakarta-Surabaya-Jakarta (2 sektor)
Jakarta - Jogjakarta- Jakarta (2 sektor)
Jakarta- Semarang - Jakarta ( 2 sektor)
Jadi secara keseluruhan, kita bisa terbang hingga 3 kota sebanyak 6 sektor.
Apa yang mempengaruhi jadwal terbang harus satu atau tiga kota? Lamanya jam terbang. Semakin pendek rute maka akan semakin banyak tujuan kotanya tapi semakin panjang rute maka akan semakin sedikit kota tujuan nya.
Ini semua berpengaruh terhadap aturan tentang maksimal lama terbang yang di miliki oleh Pramugari yaitu tidak boleh lebih dari 14 jam. Jadi, sebisa mungkin tim flight operation akan melakukan setting Roaster agar setiap harinya bisa terbang tidak lebih dari 14 Jam dan bisa kembali terbang lagi setelah sudah mendapatkan Jam istirahat berkisar 10-12 Jam. Tergantung aturan perusahaan masing-masing.
Bicara mengenai hari libur adalah sesuai dengan aturan perundangan - undangan tenaga kerja yaitu setiap 6 hari kerja harus ada libur satu hari. Namun begitu ada beberapa maskapai yang memberikan konsep 5 dan 2 yaitu 5 hari kerja dan 2 hari libur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar