Banyak informasi yang sering terdengar bahwa senioritas di kalangan pramugari terdengar sangat keras dan menakutkan. Banyak yang harus merasakan kepedihan, tangisan bahkan ketidakbetahan kerja yang berdampak hingga niatan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang sudah di perjuangkan setengah mati.
BAGAIMANA TIDAK SETENGAH MATI?
Dulu katanya, profesi pramugari adalah cita-cita dari kecil yang selalu di impikan pagi siang malam. Bahkan, orang tua siap banting tulang menyiapkan biaya perjuangan supaya cita-citanya tersampaikan seperti, membiayai sekolah pramugari yang jutaan, membelikan pakaian untuk tes seleksi, membelikan seperangkat alat make up, menyiapkan uang untuk Wira Wiri ikut recruitment di berbagai kota dengan biaya tiket, makan dan penginapan hingga, jerih parah tenaga orang tua terkuras abis demi melihat anaknya bahagia mengejar mimpinya.
Setelah lolos tes seleksi, perjuangannya berlanjut dengan belajar hebat selama tiga bulanan. Belajar ilmu kepramugarian yang akan menguras otak, waktu dan pikiran untuk memaksa kita terus belajar gila-gilaan. Lupa pacar,lupa makan, lupa mantan bahkan lupa bagaimana rasanya diri ini dulu pernah di duakan.
Setelah menjalani training tiga bulanan, harus persiapan ujian praktek terbang. Memakai seragam pramugari. Terbang sana sini bersama Instruktur Pramugari yang terus menilai, mencermati, mengawasi dan mengevaluasi setiap sikap dan tindakan kita ketika menjalani praktek terbang.
Alhamdulillah, setelah lulus semua ujian, akhirnya sah mendapatkan sertifikasi Pramugari resmi dari pemerintah dan kita sudah legal di sebut Pramugari.
TAPI, JRENG JRENG!
Ketika baru pertama terbang perdana, bersama salah satu senior yang kategorinya galak. Kita habis habisan kena marah, kerjaan selalu salah hingga, tak kuat diri ini menjadi luapan emosi para senior Pramugari. Pada akhirnya, saat pulang terbang, menangislah diri ini semalaman. Tak kuat dengan kesediaan hati yang selalu di marahi. Alhasil, timbullah niatan untuk pulang ke kampung halaman. Tak kuat Bekerja lagi menjadi Pramugari. Tragis!!!!
ADA APA DAN KENAPA INI BISA TERJADI?
Berikut adalah beberapa alasan kenapa kok si senior Pramugari, memarahi kita, yaitu :
1. Gak bisa kerja!
Senior Pramugari itu bertanggung jawab langsung atas segala pelayanan kepada penumpang selama penerbangan. Jangan sampai pelayanan yang seharusnya prima, berubah menjadi rasa kecewa karena pekerjaan kita yang tidak kita lakukan dengan benar. Kalau pekerjaan kita salah maka, akan timbul masalah. Entah kesalahan ini berdampak kepada pelayanan penumpang atau hal yang menyulitkan dan menyusahkan teman kerja sendiri. Akhirnya, pekerjaan yang harusnya mudah jadi tambah berantakan hanya karena kesalahan kita sendiri. Kenapa kok pekerjaan yang di lakukan bisa salah? Ya karena, mungkin kita tidak betul betul mempelajari setiap detail SOP yang ada di manual kita.
2. Gak bisa Jawab!
Senior Pramugari akan memberikan beberapa pertanyaan tentang tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan yang berkenaan dengan keselamatan ataupun pelayanan penumpang. Ketika pertanyaan ini tidak bisa di jawab dengan baik maka, si senior Pramugari akan merasa tidak nyaman. Kenapa? Lah kalau ditanya saja tidak bisa menjawab, lalu bagaimana nanti saat bekerjanya? Jangan sampai Si Senior berpikiran bekerja dengan Pramugari yang lemot yang tolah toleh, tidak sigap, tidak cekatan. Apa jadinya? Semua bisa berantakan dan senior nanti yang akan memikul beban berat keberantakan itu.
Jadi dalam hal ini, wajar kalau senior itu harus tegas, untuk memastikan bahwa dia terbang bersama crew yang siap bekerja dengan otak dan kemampuan diri yang sesuai harapan. Kalau saat di tanya, terus terusan gak bisa maka, bersiaplah untuk di ganti dengan Pramugari lain yang lebih siap terbang.
3. Attitude
Selamat pagi, permisi, mohon maaf, Terims kasih adalah magic word yang sudah menjadi harga mati. Harus ramah dan menyenangkan dengan siapapun dan dalam situasi hati yang bagaimana pun.
Perhatikan diri kalian saat ini! Kalau saat ini kalian masih belum terbiasa mengucap magic word seperti di atas, pastilah kalian akan habis menjadi bully bullyan para senior Pramugari kalian. Harus senyum, menyapa, bersalaman, mengucap maaf adalah basa-basi yang menjadi harga mati. Mau mengerti, memahami, tenggang rasa, sopan santun dalam berucap, bersikap dan bertindak adalah kebiasaan sifat yang harus kita terapkan. Hal seperti ini tidak akan pernah bisa kita miliki kalau selama ini kita
masih berjiwa egois, childish, manja, semua mau enak nya saja. Habis lah kita! Yang memusuhi kita akan ada dimana mana. Akan banyak orang yang gak suka dengan diri kita.
Jadi, kenapa senior galak? Semata mata adalah untuk memberikan kita ilmu, masukan dan pembelajaran kerja agar kita tidak salah lagi, agar kita cerdas bekerja, agar kita punya attitude yang benar. Toh ini hanya akan terjadi di awalan kerja saja. Setelah berganti bulan, kita akan terbiasa dan menjadi luar biasa karena kita sudah cukup punya pembelajaran kerja sehingga bisa menjadi pramugari yang profesional.
Sekarang yang harus di evaluasi adalah soal MENTALITY! Kalau kamu tidak cukup punya mental yang kuat, tahan banting dan mudah Baperan dan gampang mengeluh, menyerah dan putus asa maka, sadarilah ini bukan profesi yang cocok! Pulanglah cari profesi yang lain!