Ini adalah pertanyaan yang memberikan kesan mendalam. Satu sisi, mental kita akan di jatuhkan karena mungkin kita di nilai tidak layak diterima bekerja di perusahaan ini tapi di sisi lain, mungkin perusahaan juga ingin mengetahui sejauh apa perencanaan hidup kita setelah mengalami yang namanya penolakan.
Bagi kita yang tidak mengetahui konsep jawaban dari pertanyaan ini, Pastilah ada tiga kemungkinan yang akan di jadikan jawaban yaitu:
"Pertama, merasa yakin bahwa akan terpilih dan tidak akan gagal sehingga, ini akan menimbulkan kesan over confidence yang berdampak pada lemahnya attitude yang kita miliki dan kita akan di nilai sebagai candidat yang tidak di harapkan untuk di terima"
"Kedua, tetap berharap, mengiba bahkan memohon untuk menunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh ingin bekerja. Sangat ingin sekali membutuhkan pekerjaan ini dan berjanji-janji akan memberi dan melakukan yang terbaik untuk perusahaan"
"Ketiga, bersikap pasrah dan seolah olah menerima kenyataan penolakan ini dengan ikhlas, tanpa ada niatan untuk berusaha membuktikan diri untuk berusaha di terima oleh perusahaan"
Jadi bagaimana jawaban yang seharusnya coach?
Pertama, kita harus mengakui dan menerima bahwa gagalnya interview ini adalah karena adanya candidat yang lebih baik.
Kedua, mengakui bahwa skill dan kemampuan diri kita harus terus ditingkatkan agar semakin profesional.
Ketiga, memiliki tekad dan semangat lagi apabila perusahaan membuka lowongan kembali, kita akan siap untuk mencoba melamar kembali dengan ilmu dan kemampuan diri yang baru.
"Baik terima kasih atas pertanyaannya, jika saya gagal dalam interview ini maka saya akan mengakui bahwa siapapun yang terpilih pastilah yang memiliki ilmu dan kemampuan yang lebih baik. Mungkin ini waktu nya bagi saya untuk kembali belajar dan berjuang untuk meningkatkan kemampuan diri saya sehingga, apabila perusahaan bapak ibu membuka lowongan kembali maka saya akan mencoba melamar kembali dengan ilmu dan kemampuan diri yang baru. Terima kasih".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar