FIND US

EMAIL : brilliantredangels@gmail.com
FB : brilliantredangels
IG : redangelskampinginggris
PATH : brilliantredangels
YOUTUBE : RED ANGELS
WA : 081 2324 77 6 88
LINE : redangelskeren


Rabu, 24 Oktober 2018

BAB 112 BERAPA GAJI YANG ANDA INGINKAN?

Bicara mengenai gaji adalah bicara tentang sesuatu yang saklar. Sesuatu yang penting untuk modal menjalani kehidupan. Sesuatu yang apabila di anggap kurang, akan berdampak pada tidak adanya semangat  bekerja bahkan, kita bisa tidak betah bekerja dan akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan.

Ingin menyebutkan nominal yang kecil, takut kurang. Ingin meminta nominal yang besar, takut ketinggian. Ini adalah salah satu pertanyaan jebakan tingkat tinggi dalam dunia interview yang sangat dilematis. Ibarat cinta, mau putus tapi sayang, gak putus tapi berantem terus terusan. Jiahh, baper!

Jadi, harus seperti apa coach?

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam menjawab pertanyaan ini yaitu :

Apabila kita termasuk kategori pelamar yang belum memiliki pengalaman bekerja, masih baru dalam menjalani profesi tertentu maka tidaklah elok apabila kita sudah mematok gaji sesuai dengan mau kita. Kasarnya, di berikan kesempatan untuk magang bekerja terlebih dahulu saja sudah sangat bersyukur. Karena di masa seperti ini, yang kita butuhkan adalah pengalaman kerja. Kita butuh ilmu dan wawasan baru saat Bekerja langsung di lapangan.

Ilmu dan wawasan yang selama ini hanya sekedar teori dan terkadang kita sendiri belum ngerti-ngerti apa maksud dari teori yang di beri. Untuk itulah kita butuh ilmu realita. Dengan kita bisa praktek langsung di lapangan maka, kita akan bisa menguasai suatu pekerjaan dengan penuh kelancaran. Inilah yang nanti akan menjadikan kita orang yang profesional. Karena kita sudah memiliki skill dan pengalaman bekerja secara langsung. Dari skill dan pengalaman inilah baru kita pantas di beri gaji dengan  nominal besar.

Jadi kesimpulannya adalah kita hanya akan di anggap pantas menegosiasikan besaran gaji apabila skill dan pengalaman kerja sudah kita miliki, tapi apabila kita belum memilikinya, biarkanlah perusahaan itu sendiri yang memutuskan berapa nominal gaji yang pantas kita dapatkan.

"Baik bapak ibu, terima kasih atas pertanyaannya. Bicara mengenai gaji, saya yakin ini adalah perusahaan yang besar. Perusahaan yang akan peduli dengan kesejahteraan karyawannya. Jadi, berapapun gaji yang di berikan, pastilah itu bisa mensejahterakan karyawan nya. Terima kasih"

Note :
Gunakanlah kata "sejahtera" untuk mengantikan besaran nominal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar